Apakah Gula Stevia Memiliki Keburukan atau Efek Samping

Tidak Sepenuhnya Aman Dikonsumsi, Kenali Keburukan Gula Stevia

Telah mahsyur kabar tentang keajaiban gula stevia. Tetapi apakah tidak ada keburukan gula stevia? Berikut adalah pembahasan yang mungkin bisa bermanfaat bagi Anda. Dibahas juga tentang kebaikan gula stevia dan Efek Samping Gula Stevia.

Keburukan Gula Stevia

Penting untuk Dibaca Juga:

  1. Inilah Rahasia Khasiat Daun Stevia
  2. Apa itu Stevia Rebaudiana

Gula stevia memang dikabarkan lebih aman untuk dikonsumsi jika dibandingkan dengan gula pasir. Hal ini dikarenakan gula stevia mengandung tingkat kalori yang rendah meskipun rasanya lebih manis. Dengan demikian, konsumsi gula dapat meminimalisir resiko terserang penyakit seperti diabetes, hipertensi, jantung dan dislipidemia. Namun, apakah gula stevia benar-benar aman digunakan tanpa keburukan sama sekali? Tentu saja tidak, selayaknya pemanis buatan lainnya gula stevia juga memiliki efek negatif. Berikut ini adalah keburukan gula stevia yang wajib Anda ketahui.

Keburukan Gula Stevia Apabila Dikonsumsi Berlebihan

1. Merusak jantung

Konsumsi gula stevia dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung. Kajian dalam Journal of American Heart pernah mempublikasikan mekanisme gula dalam merusak jantung. Kajian ini menyatakan bahwa senyawa glukosa 6 fosfat dapat menyebabkan perubahan otot jantung yang berakhir pada kegagalan fungsinya.

2. Membentuk lemak perut

Jumlah pengidap penyakit obesitas dari tahun ke tahun semakin meningkat. Penderitanya pun bervariasi mulai dari usia anak-anak hingga dewasa. Salah satu penyebab utamanya adalah konsumsi minuman manis dengan kandungan fruktosa yang terlalu sering. Kebiasaan ini dapat menyebabkan bertambahnya lemak perut sehingga meningkatkan resiko terserang penyakit jantung dan diabetes.

BUAT KAMU:  Benarkah Stevia Pengganti Gula Aman Untuk Dikonsumsi? Simak Ulasan Ilmiahnya

3. Menyuburkan sel kanker

Setiap manusia memiliki resiko untuk terkena penyakit kanker karena sel ini terdapat dalam tubuh. Namun, tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk membuat sel tersebut tidak berkembang menjadi penyakit kanker yang mematikan. Salah satu keburukan gula stevia adalah mampu memberi nutrisi untuk pertumbuhan sel kanker.

4. Meningkatkan resiko obesitas

Kandungan fruktosa berlebihan dapat meningkatkan resiko resistensi leptin. Leptin adalah hormon yang berfungsi untuk memberitahukan bahwa perut sudah kenyang. Jika tubuh mengalami resistensi leptin, maka otak tidak akan merasa puas walaupun perut sudah kenyang. Akibatnya, Anda tidak akan memiliki rasa kenyang dan makan terus menerus. Kondisi ini dalam jangka panjang tentu dapat menyebabkan obesitas.

5. Menurunkan kemampuan otak

Seperti halnya gula pasir konsumsi berlebihan dari gula stevia dapat mengganggu kemampuan sel otak. Maksudnya adalah konsumsi gula stevia yang berlebihan dapat mempercepat proses penuaan sel otak. Selain itu, konsumsi gula stevia dalam jumlah yang tidak teratur juga dapat membuat otak mengalami penurunan fungsi lebih cepat.

BUAT KAMU:  Manfaat Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan

6. Menyebabkan ketagihan

Keburukan gula stevia adalah bersifat aditif sama seperti gula pasir sehingga dapat menyebabkan ketagihan. Sayangnya, ketagihan gula ini dapat diturunkan secara genetik karena melibatkan perubahan pada hormon ghrelin. Ghrelin adalah hormon yang mengingatkan ketika tubuh lapar. Namun, perubahan pada hormon ini mengakibatkan tubuh selalu lapar. Dengan demikian, Anda pun merasa ingin makan terus menerus.

7. Mengandung racun seperti alkohol

Kajian dalam jurnal Nature menyatakan bahwa gula stevia memiliki tingkat resiko yang sama dengan alkohol. Kajian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi fruktosa dan glukosa dapat meningkatkan kadar racun dalam hati. Nah, kadar racun dari gula stevia ini hampir sama dengan alkohol jika dikonsumsi berlebihan.

Banyak pendapat yang menyatakan bahwa gula stevia lebih aman dikonsumsi dibandingkan gula pasir. Namun, jika melihat informasi di atas ternyata banyak juga keburukan gula stevia jika dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, Anda harus mengatur konsumsi gula stevia ini secara proporsional sesuai kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, Anda dapat meminimalisir dampak buruk yang akan diberikan oleh gula stevia terhadap kesehatan tubuh.

Kebaikan Gula Stevia

potensi dari keburukan gula stevia
potensi dari keburukan gula stevia

Di atas kita telah bahas tentang keburukan dari gula stevia. Sekarang kita bahas kebaikan gula stevia, walaupun mungkin sudah banyak orang mengetahuiinya. Berikut kebaikan dari gula tersebut:

  1. Pemanis alami yang tidak mengandung kalori dan ekstraknya bisa 300 – 450 x lebih manis dibanding gula biasa.
  2. Bahan aktif yang stabil dan tidak akan basi.
  3. Terbukti secara ilmiah, aman digunakan pada semua umur.
  4. Dapat menurunkan dan menyeimbangkan kadar gula darah.
  5. Menurunkan tekanan darah.
  6. Kurangi efek peradangan.
  7. Efek anti oksidan bisa mengurangi risiko kanker.
  8. Dapat mengobati diare.
  9. Mengontrol kandungan air dalam tubuh.
  10. Memperbaiki sistem kekebalan tubuh terhadap kuman.
BUAT KAMU:  Inilah 7 Manfaat Akar Kelor yang Harus Kamu Tahu

Efek Samping Gula Stevia

Sebenarnya jika dikonsumsi secara normal, gula stevia hampir tidak ada efek sampingnya. Tetapi, di paragraf-paragraf sebelumnya telah kita bahas keburukan dan kebaikan gula stevia. Maka dari situ kita bisa menyimpulkan efek samping dari stevia adalah sebagai berikut:

  1. Risiko Bagi Jantung Bila Berlebihan
  2. Menimbulkan lemak perut Bila Berlebihan
  3. Memicu Sel Kanker bila Berlebihan
  4. Terdapat Risiko Obesitas Bila Berlebihan
  5. Kemampuan Otak yang Menurun Bila Berlebihan
  6. Bisa Menimbulkan Rasa Ketagihan

Seperti itu lah efek samping yang mungkin bisa muncul dalam konsumsi gula stevia. Yang patut diperhatikan adalah bahwa efek samping itu adalah seperti efek samping pada makanan pada umumnya yang dikonsumsi secara berlebihan.

Seperti itulah keburukan dan kebaikan stevia. Semoga bisa bermanfaat bagi kamu yang sedang mencari informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *